Indah dan Lina dalam Forum Pendidikan Anak




Sunday, July 08, 2007
Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

 
Banyak orang saat tidur mendengkur..... Kebiasaan ini kerap kali membuat orang lain yang ada di sekitarnya terganggu.

Jika anda mempunyai kebiasaan ini tak perlu cemas, atasi dengan resep sederhana berikut ini : ambil 2 ruas kunyit, cuci bersih, memarkan hingga pipih, masukkan kedalam gelas, beri sedikit air hangat masukkan 2 sendok madu, aduk hingga rata, minumlah. Lakukan hal ini selama seminggu berturut turut, jika anda melakukan dengan tekun, niscaya kebiasaan mengorok akan hilang
.
cry

Posted at 12:54 pm by IndahdanLina
Comments (2)  

Monday, February 19, 2007
Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini


Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini


Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting guna memberikan start yang baik bagi perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan setiap jenis sel selalu berbentuk kurva, mulai naik dengan cepat untuk kemudian mencapai puncak (peak) dan turun secara perlahan-lahan. Dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan kecerdasan anak sejak dini, diharapkan potensi kecerdasan anak dapat mencapai puncak performannya. Disamping itu hasil penelitian juga membuktikan bahwa kecerdasan bukan hanya urusan besar kecilnya volume otak, tetapi juga banyak sedikitnya hubungan sel-sel syaraf yang ada di otak. Semakin banyak rangsangan pada otak maka hubungan sel-sel syaraf akan semakin banyak atau anak menjadi semakin cerdas. Permainan yang mendidik, tubuh yang sehat, pengalaman yang bermakna merupakan salah satu contoh bagaimana upaya merangsang hubungan sel-sel syaraf.

Dulu IQ (Intelligence Quotient) dianggap sebagai satu-satunya penentu keberhasilan hidup seseorang. Namun kini IQ saja tak cukup jika tak dibarengi EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), ESQ (Emotional Spiritual Quotient), dan CQ (Creativity Quotient). Dari ciri-ciri kehidupan sosial anak sehari-hari dapat diidentifikasi sejauhmana kecerdasan anak Anda. Dari situ Anda tidak perlu pesimis tetapi tinggal memperbaikinya saja…Teori memperbaikinya mudah…tetapi prakteknya membutuhkan kesabaran, ketlatenan dan harus mau menyisihkan waktu guna memperhatikan, mendampingi dan membimbing anak……

Kecerdasan Akal atau IQ
IQ bisa diukur dengan menggunakan instrumen tertentu semisal tes. Jika ukurannya 90 ke bawah berarti IQ-nya dibawah rata-rata; 110 berarti rata-rata; lebih dari 120 adalah diatas rata-rata; dan diatas 130 berarti superior. Jangan khawatir jika hasil tes kurang memuaskan karena IQ anak yang kurang tidak selalu disebabkan oleh gen yang buruk (apalagi cara pengukuran melalui tes yang hal itu hanya pendekatan...), tetapi ada kemungkinan karena lingkungan yang kurang mendukung. Stimulasi-stimulasi permainan mendidik dapat digunakan untuk memperbaiki kecerdasan anak. Disamping itu pemberian gizi yang bagus, terutama protein nabati dan hewani diyakini dapat meningkatkan kecerdasan anak. Protein dapat diperoleh dari kelompok padi-padian, kacang-kacangan, daging, hati (lihat pada orang tua perlu dibatasi tetapi pada anak sangat bermanfaat), telur, susu, keju dan ikan. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa otak bukanlah organ yang berdiri sendiri. Jika organ tubuh yang lain sehat, dan itu bisa dilatih melalui kegiatan olah raga dengan dibarengi asupan gizi makanan yang seimbang, perkembangan otak juga akan tumbuh optimal. Belum lagi teori mengenai otak kanan dan otak kiri yang juga harus dirangsang secara seimbang (dilain kesempatan akan saya bahas tersendiri).


Kecerdasan Emosional (EQ)
Pada balita cerdas emosi dapat dilihat dari sosialisasinya. Mereka biasanya bisa berbagi, ramah pada orang, berani menyapa, bisa berinteraksi, bisa tenggang rasa pada orang lain, punya disiplin diri dan tanggung jawab, percaya diri dan tidak cepat merasa takut. Anak Anda mengalami masalah-masalah terkait dengan uraian diatas ? Tenang saja, mungkin Anda salah dalam memperlakukan anak Anda. Kadang-kadang karena terlalu sayang kita menjadi over protektif terhadap anak. Dan dalam jangka panjang hal itu akan mengganggu kondisi psikis anak. Semuanya bisa dilatih dan diperbaiki. Dan kuncinya ada pada bagaimana Anda memberikan lingkungan sosial yang baik bagi anak.

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Ciri anak yang SQ-nya bagus adalah baik terhadap sesama dan rajin menjalankan ibadah. Saat berinteraksi dengan sesama dan lingkungan, anak akan cenderung ramah dan baik pada siapapun, tak pernah membuka kejelekan orang dan mengerti nilai-nilai luhur Sang Pencipta. Pesan saya jangan hanya diserahkan pada guru ngaji yang Anda datangkan khusus buat anak Anda....

ESQ (Emotional Spiritual Quotiont)
Kecerdasan ini merupakan gabungan EQ dan SQ. Contoh yang mudah adalah ketika temannya sakit, anak suka bilang "ayo dong kita jenguk" atau pas ada temannya disakiti dia akan bilang "jangan sakiti dia to? Khan kasihan.." Juga jika dia punya makanan dia akan memberikan sebagian pada temannya yang pengen...ESQ harus dijaga dan dimunculkan. Kalau tidak jika anak beranjak besar dan mengalami hal-hal yang kompleks, kadang yang muncul hanya EQ-nya: luapan-luapan emosi muncul berapi-api sehingga timbul pertengkaran-pertengkaran.

CQ (Creativity Quotient)
Kreativitas yang menonjol pada anak batita adalah kretaivitas imajinasi. Misalnya kardus TV besar dia jadikan sebagai rumah-rumahan, sebuah balok kayu dijadikan sebagai mobil-mobilan atau boneka. Anak yang memiliki kreativitas tinggi biasanya cenderung cerewet, mau tau apa saja, banyak bertanya apa yang dilihatnya dan banyak membantah jika jawabaannya kurang memuaskan. Disini orang tua diharapkan lebih bersabar dan tidak membentak anak yang cerewet karena begitu dia takut bertanya maka.... Kalau bernyanyi kadang-kadang anak memiliki lagu ciptaan sendiri yang terkesan aneh tapi lucu tentu saja...Juga saat menggambar...dia akan berbuat semau gue dalam mencoret.... Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mendikte gambar anak....misalnya gambar pemandangan itu selalu ada dua buah gunung, matahari dan ada rumah ditepi jalan. Ini yang menyebabkan kreativitas anak hilang dan saat besar (sampai pelukis amatiran pun) jika menggambar pemandangan pasti ada gunung dua....


Sekian dulu tulisan saya...kapan-kapan disambung lagi, atau ada permintaan dari Anda untuk mendahulukan suatu topik....?!




Posted at 10:11 am by IndahdanLina
Make a comment  

Friday, February 16, 2007
Latar Belakang Benda-Benda di Sekitar...


Mempelajari Latar Belakang Benda-Benda di Sekitar...


Cara Bermain :
  1. Ajak anak anda berjalan-jalan ke suatu daerah pedesaan. Perhatikan fenomena-fenomena unik yang ada di desa, misalnya batu besar yang ada di tengah sungai, jembatan bambu diatas sungai, banyak kerbau daripada sapi, adanya pohon yang sangat besar dan tinggi di tengah desa dsb
  2. Mintalah anak anda mengarang latar belakang munculnya fenomena unik tersebut sebisanya, kalau perlu pancing dengan sedikit kisah. Misalnya ”Batu besar di tengah sungai” konon diangkat oleh seorang sakti, minta dia menyebutkan namanya, mengapa meletakkan batu di tengah sungai...dst. Bisa juga diceritakan nama kampung yang aneh misalnya sirampog berasal dari markas seorang perampok yang susah ditangkap Pemerintah Belanda...dst

Nilai-Nilai Yang Dikembangkan :
Kreativitas, Imajinasi, Kemampuan Berkomunikasi Mengungkapkan Pikiran Dengan Bebas



Posted at 09:32 am by IndahdanLina
Make a comment  

Thursday, February 15, 2007
Setiap Hari Penuh Kasih Sayang

Selamat Hari Valentin
Di hari valentin ini saya hanya mau mengingatkan kita pada kenyataan..........

Kesempurnaan seorang hamba bergantung pada dua kekuatan, yaitu ilmu dan mahabbah (cinta). Sebaik-baik ilmu adalah ilmu tentang Allah swt dan mahabbah paling tinggi adalah mencintai-Nya (ibnul Qoyyim)

Balasan cinta Allah swt pada hamba yang mencintai-Nya adalah "Jika Aku mencintai, maka Aku merupakan pendengaran yang dia pergunakan untuk mendengar. Aku merupakan penglihatan yang dia pergunakan untuk melihat. Aku merupakan tangan yang dia pergunakan untuk memegang, dan Aku merupakan kaki yang dia pergunakan untuk berjalan. Seandainya dia memohon kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya, seandainya dia berlindung kepada-Ku niscaya Aku melindunginya." (Hadits)

Semoga anda semakin berbahagia di hari valentin ini.........
(sebenarnya ini mau ku 'update' pas tanggal 14 Pebruari, sayang.........bandwith internetnya tidak sayang sama saya....)




Posted at 04:21 pm by IndahdanLina
Make a comment  

Monday, February 12, 2007
Hilangnya Waktu Bersama Anak

Hilangnya Waktu Bersama Anak….

"Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak disayangi. Jika Orang Tua gagal mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya, mereka tidak akan mampu mencintai orang orang tua.." (Nabi Muhammad saw)

"Tiba-tiba saja anak kita sudah dewasa.......Andai saja dulu aku meluangkan lebih banyak waktu bersama anak-anak........." kalimat itu seringkali terlontar dari bibir ibu-ibu kaya, yang sukses dalam pekerjaan, sukses dalam karir, ekonomi, bisnis, kegiatan sosial.....tetapi saat sedang melihat anaknya ternyata dia merasa tidak begitu dekat dengannya. Hubungan emosional yang terjalin antara ibu dan anak dirasakannya kurang....

Tuntutan ekonomi dewasa ini menyebabkan banyak para wanita dituntut untuk ikut bekerja mencari nafkah, sehingga menyebabkan hilangnya waktu yang berharga buat si anak. Masih untung, jika anak yang telah beranjak dewasa itu baik-baik saja. Jika terjerumus ke hal-hal negatif, seperti narkoba atau tindakan kriminal lain ? Alangkah sakitnya !! Bahkan kalau anak kita sukses dan berprestasi, kita tidak
sepenuhnya merasa bahagia karena kita merasa andil kita begitu kecil.........

"Lalu harus bagaimana lagi ? Kita khan bekerja juga demi anak, buat bayar sekolah, buat biaya les musik anak, biaya les tari anak, biaya les Bahasa Inggris anak.........."begitu sebagian Ibu-Ibu selalu membela diri.
Betul........tapi kepuasan batin tidak dapat ditipu. Hubungan emosional tidak dapat dikelabui. Hidup memang pilihan.....tetapi apakah dengan melakukan pilihan kita harus mengorbankan sesuatu yang berharga......apalagi itu adalah waktu kebersamaan dengan anak ? Andalah yang bisa menjawabnya......

Banyak yang telah ditulis para pakar perkembangan anak tentang waktu berkualitas (quality time). Istilah itu tercipta ketika para pakar menilai orang tua kelewat sibuk bekerja, mengurus rumah, keperluan ini dan itu, serta melakukan pekerjaan lainnya, daripada menghabiskan lebih banyak saat berharga dengan anak. Sehingga muncul istilah 'anak pembantu' (anak yang sehari-harinya hidup dengan pembantu), 'anak tetangga' (anak yang sehari-harinya dititipkan pada tetangga), atau 'anak cucu' (anak yang sehari-harinya dititipkan pada simbahnya).

Padahal dengan sedikit meluangkan waktu dengan anak, kita tidak akan kehilangan saat-saat kebersamaan dengan anak. Mengantar anak ke sekolah, mengajak anak saat berbelanja, menjemput anak saat pulang sekolah dan mengajak main ke kantor saat pekerjaan tidak begitu sibuk, kerja bakti membersihkan rumah bersama, mencuci piring bersama, makan bersama, sholat bersama atau mengajak rekreasi di alam terbuka saat libur sabtu-minggu. Terserah pilihan anda bagaimana mengatur waktunya.

Dalam momen-momen kebersamaan itu, walau tidak lama, hubungan emosional akan terjalin dengan sendirinya. Anak akan selalu mengingat masa-masa kebersamaan itu sampai tua. Manfaat lain, tentu saja anda dapat memasukkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti kepada anak, seperti : pengungkapan emosi, keingintahuan, sikap membantu orang lain, kejujuran, pentingnya keluarga, percaya diri, tanggung jawab, rasa humor, bekerja dalam kelompok, kemandirian serta sikap sopan santun tentunya.

Saya yakin hal-hal positif tersebut tidak akan sepenuhnya didapat oleh 'anak-anak pembantu, tetangga dan anak-cucu' Karena setiap orang pasti memiliki konsep tersendiri dalam mendidik anak.... Disamping itu hal-hal positif tersebut akan terpatri dalam diri si anak, akan mewarnai sikap hidup anak baik dalam kehidupan pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Sehingga apabila anak sukses atau berprestasi, tanpa anda bicara atau menyombongkan diri orang sudah tahu peran anda. Dan tentu saja kepuasan batin dan kebanggan sebagai orang tua akan anda dapat sepenuhnya.....

Bagaimana ? Terserah pilihan anda............



Posted at 09:11 am by IndahdanLina
Make a comment  




IndahdanLina
Female
Kediri
Dua Manusia Bersaudara Satu Hati Satu Tujuan
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Weblog ini banyak membicarakan tentang pengembangan fisik dan psikis anak sesuai dengan latar belakang saya sebagai pendidik dan pemerhati anak............
Free Blog Content

Gerakan Anti Pungli Basmi Tikus Kantor

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed